Redaksi Sulawesi

Sumber Berita Terpercaya

Perusahaan Tambang di Sultra Ini Tetap Jaga Lingkungan Hidup

PT GKP dinilai langgar aturan

Industri tambang biasanya dikaitkan dengan pengrusakan lahan bagi sebagian masyarakat.

Namun setiap perusahaan tambang pasti memiliki program untuk mengembalikan dan menjaga kembali lingkungan sekitarnya.

Seperti yang dilakukan oleh PT Gema Kreasi Perdana yang terus menjalin hubungan baik dengan warga sekitar Konawe Kepulauan untuk meningkatkan ekonomi dan kemandirian masyarakat, khususnya di Wawonii. Itu dilakukan melalui program CSR dalam bentuk pengembangan tanaman pangan serta hortikultura.

Adapun beberapa tujuan pokok yang ditekankan dalam program ini, yaitu pengenalan dasar praktek pertanian, ekstensifikasi lahan, intensifikasi lahan tersedia, peningkatan ekonomi masyarakat desa di sektor pertanian, memenuhi kebutuhan pasar dan petani pelopor dalam implementasi di lapangan, manajemen kemandirian usaha dan dampak sosial program di masyarakat.

Masyarakat Wawonii menunjukkan kemauan untuk mendengar, melihat dan mencontoh secara langsung di lapangan, mengingat sebelumnya belum pernah ada program pertanian yang dilakukan secara intensif dan berkesinambungan.

Sejauh ini ada beberapa jenis komoditi yang telah dikembangkan, di antaranya kangkung, terong, kacang panjang, daun bawang dan jagung manis. Sedangkan komoditi hortikultura yang dikembangkan adalah cabai besar, cabai rawit, sawi, kacang tanah, kacang hijau, tomat dan pare.

Dengan begitu, diharapkan masyarakat dapat mandiri secara utuh di segala lini. Awalnya perusahaan melalui program CSR memberikan stimulan berupa bantuan alat-alat pertanian, tenaga, fasilitas sarana dan prasarana, baik di lapangan maupun di keorganisasian

Selain itu juga penyerapan tenaga kerja lokal di oleh PT GKP dianggap cukup besar, walaupun saat ini perusahaan sedang berhenti sementara. Hal itu menandakan pemberdayaan masyarakat setempat berjalan. Pihak perusahaan juga masih terus membuka lowongan kerja.

Penyiapan SDM harus dilakukan dengan terencana dan terprogram sehingga transfer of knowledge, transfer of skill dan transfer of technology secara gradual dapat dilakukan dengan baik.