July 16, 2024

Redaksi Sulawesi

Sumber Berita Terpercaya

Permudah Akses Masyarakat, PT GKP Perbaiki Tiga Jembatan di Wawonii Tenggara

Peresmian jembatan di Desa Sinalu Jaya

Peresmian jembatan di Desa Sinalu Jaya

PT Gema Kreasi Perdana (GKP) melakukan perbaikan jembatan di Wawonii Tenggara, Mosolo Raya, tepatnya di Desa Sinaulu Jaya. Peresmian perbaikan jembatan berlangsung, Senin (24/10/2022) kemarin.

Hadir dalam peresmian tersebut Camat Wawonii Tenggara Iskandar, Kepala Desa Sinaulu Jaya Labarimu, Kepala Desa Nambo Jaya La Mido. Hadir juga Cessa Loprang CEO Tunas Muda Pertiwi (TMP), sekaligus mewakili manajemen TMP dan dari GKP, hadir Bambang Murtiyoso GM External Relation, sekaligus mewakili manajemen GKP Site Wawonii.

Acara diawali dengan Kepala Desa Sinaulu Jaya, perwakilan warga masyarakat, Camat Wawonii Tenggara dan Bambang Murtiyoso, dari PT GKP. Lalu kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai bentuk simbolis peresmian dan penandatanganan serah terima bantuan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai bentuk rasa syukur.

Perbaikan jembatan ini dilakukan karena kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan. Jembatan yang merupakan satu-satunya akses bagi masyarakat setempat kondisi kayunya sudah sangat lapuk sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk lewat.

“Lokasi jembatan ada di jalan poros yang merupakan satu-satunya akses bagi masyarakat, bukan hanya masyarakat Mosolo saja,tetapi juga masyarakat di desa-desa lain. Jadi selama jembatan rusak, kami terpaksa harus lewat sungai dimana arusnya cukup deras jika musim hujan,” jelas Hirman, warga Desa Sinaulu Jaya.

Dalam perbaikan jembatan, perusahaan memfasilitasi masyarakat berupa material batu, semen dan kayu. Sementara untuk pengerjaannya, dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dengan waktu pengerjaan kurang lebih selama tiga minggu mulai dari 1 Oktober sampai 18 Oktober 2022.

Tiga jembatan yang diperbaiki, ukurannya sekira lebar empat meter, panjang tujuh meter dan tinggi di atas permukaan dasar sungai sekitar 180 sentimeter.

“Semua pembangunan jembatan ini didanai CSR GKP, namun dalam pelaksanaan kami memberdayakan sumber daya masyarakat sekitar, berkolaborasi, bergotong royong untuk memastikan setiap bagian perbaikan jembatan selesai dengan kerja bersama dan tepat pada waktunya,” ujar Cipto Rustianto selaku Manager Departemen Ekternal PT GKP.

Cipto menegaskan Departemen Eksternal, khususnya divisi CSR, ingin menjawab harapan dari pemangku kepentingan bahwa pengembangan masyarakat yang berkelanjutan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari usaha pertambangan yang dilakukan PT GKP.

“Salah satunya mengejawantahkan dalam renovasi dan revitalisasi tiga jembatan ini, karena jembatan adalah akses penghubung yang akan menjadi saran semua kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, ” ucap pria yang biasa disapa Cipi ini.

Sementara, Labarimu selaku Kepala Desa Sinaulu Jaya sangat mengapresiasi perusahaan dalam melakukan perbaikan jembatan. Pasalnya, tidak sedikit warga yang mengeluh dengan kondisi jembatan tersebut.

“Ini (perbaikan jembatan, red) sangat bagus karena jembatan merupakan akses masyarakat banyak, kalau perlu semuanya dikasih permanen agar lebih bagus lagi. Dampak positif dengan hadirnya perusahaan bagi masyarakat yakni sangat membantu masyarakat dalam perbaikan sarana prasarana yang ada, selain itu dengan hadirnya perusahaan taraf hidup masyarakat berubah, masyarakat sudah memiliki penghasilan tetap,” tutur Labarimu.

Hal senada juga disampaikan warga Sinaulu Jaya, Hirman, menurutnya, kehadiran perusahaan membawa manfaat berlipat bagi masyarakat, tidak hanya Mosolo Raya tetapi masyarakat Wawonii pada umumnya.

“Dampak positifnya sangat banyak, salah satunya membantu masyarakat dari segi ekonomi. Karena dengan hadirnya perusahaan ini, membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat,” ujarnya.

Harapan juga diutarakan Bambang Murtiyoso selaku GM Eksternal. Menurut dia, dengan adanya perbaikan jembatan ini, bisa membantu roda perekonomian masyarakat, khususnya di Konawe Kepulauan.

“Jembatan yang kami bantu perbaiki ini (bukan dibangun, red) yang sebelumnya memang sudah ada, mudah-mudahan bisa menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian desa terutama dalam mengangkut hasil bumi sekaligus menjadi jalur perhubungan antara lintas desa, dimana masyarakat banyak menggunakan,” terang Bambang.

Kegiatan perbaikan dilakukan karena kondisi beberapa bagian dari Jembatan yang juga dibangun bersama masyarakat pada 2019 lalu itu mulai lapuk.

“Kita lakukan perbaikan sekaligus pencegahan, meskipun kondisi jembatan sebenarnya masih sangat layak untuk dilewati kendaraan,” jelas Idris Toande, koordinator perbaikan jembatan Sukarela.

Sumber: Harian Publik