Redaksi Sulawesi

Sumber Berita Terpercaya

Kabupaten Konawe Kepulauan Kaya Destinasi Wisata, tapi Aksesnya Sulit

Indonesia kaya akan destinasi wisata. Namun, banyak yang belum dikelola dengan baik. Misalnya, destinasi wisata di Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi Tenggara.
 
Air Terjun Tumburano menjadi wisata andalan di sana, namun kurangnya perhatian dari pemerintah membuat Air Terjun Tumburano masih sepi pengunjung.
 
Air Terjun Tumburano dijuluki air terjun tertinggi dan terbesar di Kecamatan Wawonii Utara. Air Terjun Tumburano memiliki ketinggian sekira 120 meter dengan tiga undakan air terjun besar dan beberapa undakan kecil.

Air Terjun Tumburano terbagi atas tiga tingkatan. Pada tingkatan ketiga merupakan air terjun tertinggi (80 meter) dan bisa diakses melalui air terjun tingkat kedua dengan tinggi sekitar 15 meter.
 
Tak hanya memesona, Air Terjun Tumburano memiliki kisah legenda tentang sepasang kekasih, Durubalewa dan Wulangkinokooti, yang tidak direstui kedua orang tuanya. Mereka memutuskan mengakhiri hidup di air terjun tersebut.
 
Untuk mencapai air terjun Tumburano dari Kota Langara, Ibu Kota Kabupaten Konawe Kepulauan, harus menempuh jarak 7 kilometer. Sebelum mencapai air terjun, pengunjung dihadapkan pada kondisi jalan yang rusak. Pengunjung harus menggunakan kendaraan doule cabin karena medan yang sulit.
 
Ketua Bappeda Kabupaten Konawe Kepulauan Syafiuddin Alibnas mengatakan, untuk membuka akses jalan ke Air Terjun Tumburano butuh pendekatan khusus dengan pemilik tanah. Sebab, untuk mencapai air terjun Tumburano harus melalui kebun warga.
 
Meskipun destinasi wisata di Pulau Wawonii atau Kabupaten Konawe Kepulauan belum tersentuh infrastruktur, Pemkab Konawe terus melakukan berbagai upaya mengenalkan kawasan wisata unggulan.
 
“Kita harus mempromosikan air terjun ini di Kota Kendari dan tempat-tempat pelabuhan. Misalnya, di Langara. Kita siapkan transportasi jika ada yang ingin melihat atau menikmati Air Terjun Tumburano,” kata Syafiuddin Alibnas.

Salah seorang pengunjung wisata Air Terjun Tumburano Helen mengatakan pesona Air Terjun Tumburano sangat indah dan pesona, namun terkendala sulitnya akses jalan.
 
“Infrastruktur jalan sangat memprihatinkan. Sebenarnya kalau pemerintah bisa memperbaiki infrasturktur menuju air terjun, tempat ini pasti banyak pengunjungnya,” ucap Helen.
 
Pj Bupati Konawe Kepulauan Muhamad Yusuf mengatakan destinasi wisata di daerahnya harus diperkenalkan hingga tingkat nasional.
 
“Untuk mengenalkan destinasi wisata di Kabupaten Konawe Kepulauan disatukan dengan wisata di Kota kendari, Pulau Bokori di Kabupaten Konawe, Pulau Labengki di Kabupaten Konawe Utara dan destinasi wisata di Kabupaten Muna,” ujarnya.
 
Sejak dimekarkan menjadi Kabupaten Konawe Kepulauan, kabupaten ini baru memiliki bupati definitif satu periode, yakni Bupati Kabupaten Konawe Kepulauan Amrullah dan Wakil Bupati Muhamad Lutfi. Meraka terpilih pada Pilkada 2015. Saat ini, mereka kembali maju untuk mencalonkan diri pada Pilkada 2020 yang akan digelar pada 9 Desember.
 
Gubernur Sulawesi Tenggara menunjuk Muhamad Yusuf yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi Sulawesi Tenggara untuk menjabat sebagai PJ Bupati Konawe Kepulauan.
 
Selain Air Terjun Tumburano masih ada sejumlah destinasi wisata lain yang tak kalah memukau, yaitu Air Terjun Kopea, Air Terjun Lanuku, dan Air Terjun Ringkulele di Sungai Mesolo.
 
Untuk wisata pantai, terdapat Pantai Kampa yang memiliki pemandangan indah dengan hamparan pasir putih sepanjang 1,3 kilometer. Selain itu ada juga Pantai Tengkera, Batu Belah, dan pemandian air panas.

Sumber: Medcom ID