Redaksi Sulawesi

Sumber Berita Terpercaya

Bukan Hal Mustahil, Pengamat: Indonesia Bisa Jadi Raja Baterai Dunia

raja baterai dunia

raja baterai dunia

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menyatakan Indonesia memiliki cadangan bahan baku nikel yang cukup besar sebagai satu di antara bahan baku utama produksi baterai. Seperti diketahui cadangan nikel Indonesia termasuk dalam top 5 besar dunia dan bahkan bisa dibilang sebagai raja baterai dunia.


Perusahaan-perusahaan penambang nikel pun sudah banyak beroperasi untuk menggenjot produksi. Sebut saja PT ANTAM, PT VALE, PT GKP dan PT NHM. Belum lagi perusahaan yang sudah siap untuk mengolahnya menjadi produk setengah jadi.

Hal itu, menurutnya, bisa membuat Indonesia menjadi pemain besar di industri baterai untuk kendaraan mobil listrik maupun sistem penyimpanan listrik.

“Langkah strategis yang harus dilakukan kedepannya termasuk oleh BUMN di mana setahu saya Pertamina, PLN, Inalum sudah mempersiapkan juga sudah bekerja sama dalam suatu konsorsium dalam rangka industri baterai ini kedepannya,” ujar Mamit saat dikonfirmasi, Selasa (9/02/2021).

Mamit optimis terhadap mimpi besar itu bukan hal yang mustahil terlaksana, tinggal bagaimana implementasi dan pelaksanaan dari roadmap itu sendiri, sehingga bisa tercapai dan terealisasi kedepan.

“Bukan hal yang mustahil kalau mimpi itu bisa tercapai dan dibandingkan dengan negara lain, keuntungan dari sumber daya ini saya kira bukan hal yang mustahil dan mengada-ada,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Erick Thohir menargetkan penggarapan proyek baterai kendaraan listrik di dalam negeri dapat menjadikan Indonesia raja baterai dunia. 

Proyek itu akan melibatkan Inalum atau MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero).  

Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah sedang menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan ekosistem industri baterai kendaraan listrik hingga 2027 mendatang.